“Serbu.....!!!!!” teriakan seorang
santri membelah udara kamar yang mereka naungi, satu santri yang diteriaki membawa
satu kantong hitam besar, isinya memang sudah dipastikan adalah makanan dari
hasil uang mereka kumpulkan bersama.
Ikman (20), salah satu santri mengatakan,
ritual makan malam atau berbuka puasa seperti itu sudah menjadi budaya pondok,
“kami santri disini memang mempunyai ritual tersendiri, makan malam atau buka
puasa bersama.”
Tidak hanya itu, menurutnya,
kebersamaan pada saat makan tidak hanya makan malam atau berbuka saja, tak
jarang juga mereka sarapan dan makan siang bersama ketika santri santri yang
lain berada dikamar.
“yang paling sering ya makan malam dan berbuka, karena mereka sudah pada pulang dari kampus.” Tambahnya.
“yang paling sering ya makan malam dan berbuka, karena mereka sudah pada pulang dari kampus.” Tambahnya.
Wajah bersih santri terpancar ketika
hitungan mulai di kumandangkan,
“1....2....3... mulai..” satu santri ditunjuk
untuk mulai, memberi intruksi, setelah hitungan ketiga dan berkata “mulai”
terdengar, santri santri tersebut berdoa bersama, tangan tangan mereka langsung sibuk mengambil
makanan, dan memakannya.
Yang membuat hebat para santri-santri tersebut, mereka tidak ada tampak wajah mengeluh pada saat makan. Entah makan istimewa ataupun
tidak,
entah itu makanan
bergizi ataupun tidak, enak ataupun tidak yang penting mereka bisa merasakan
nikmatnya makan bersama karena mereka mencari keberkahan makan bersama dan
hidup sejahtera di bawah genting genting
pondok.
Banyak yang beranggapan bahwa
mahasiswa yang tinggal di pesntren adalah sebagai pelarian bagi
mahasiswa-mahasiswa yang tidak mampu. Salah besar. Mereka para santri yang
tinggal di pesantren ingin memperdalam ilmu agama, tidak hanya ilmu-ilmu umum
yang mereka dapatkan di kampus.
Selain itu, di pesantren para santri juga dibiasakan untuk melaksanakan amalan-amalan baik yang wajib maupun sunnah dalam kehidupan sehari-hari mereka yang tentunya bermanfaat bagi kehidupannya kelak sebagai “agent of change” peradaban masyarakat.
Selain itu, di pesantren para santri juga dibiasakan untuk melaksanakan amalan-amalan baik yang wajib maupun sunnah dalam kehidupan sehari-hari mereka yang tentunya bermanfaat bagi kehidupannya kelak sebagai “agent of change” peradaban masyarakat.
SALAM REDAKSI

0 Comment for "RITUAL MAKAN SANTRI"